TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Olahraga

Peringati HUT FORMI, Kurnia Agustina Naser Ungkap Filosofi Sondah Babarengan untuk Kemajuan Bandung

15/12/2019 - 07:23 | Views: 6.43k
Teh Nia (jaket biru) senam bareng ibu-ibu di Pelataran Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. (FOTO: Iwa/TIMES Indonesia)

TIMESJAKARTA, BANDUNG – Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Bandung Kurnia Agustina Naser mengikuti Senam Bersama Sabilulungan dengan ribuan emak-emak. 

Senam itu dilakukan saat pembukaan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 8 FORMI tingkat Kabupaten Bandung, di pelataran Timur Stadion Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jumat, 13 Desember.

Selain Senam Bersama Sabilulungan, ribuan ibu-ibu, termasuk Teh Nia, sapaan Kurnia Agustina Naser, juga serempak bergoyang mengikuti gerakan senam poco-poco dan senam berirama dangdut.

Peringatan HUT-8 FORMI bertema “Sondah Babarengan Sabilulungan OLTRAD Nu Endah Bareng Barudak Tantangan” ini juga dihadiri Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, dan Ketua FORMI Jawa Barat. Tampak juga para pimpinan OPD di lingkungan Kabupaten Bandung.

Kurnia-Agustina-Naser-5.jpg

Digelar pula berbagai induk cabang olah raga yang ada di FORMI. Sesuai tema, kegiatan HUT ini ditandai pula pembukaan gelaran Sondah yang dilakukan para pelajar. Disambung jamparing atau panahan dan sumpit. 

Olahraga ini potensial dikembangkan di masyarakat, terutama bagi murid PAUD atau SD. Selain itu, ditampilkan olahraga tradisional, seperti engrang, permainan sarung, juga bubuayaan.

Ketua FORMI Kabupaten Bandung Kurnia Agustina mengatakan peringatan HUT FORMI ini sengaja mengusung tema “Sondah” sebagai permainan sederhana untuk menangkal pengaruh negatif dari gadget, juga untuk melestarikan olahraga tradisional.

“Sondah ini mengandung dua arti. Sondah secara permainan dan sondah untuk mengembalikan atau melestarikan olahraga tradisional yang pernah ada,” jelas Teh Nia kepada wartawan, di sela kegiatan peringatan Hari Jadi FORMI.

Kurnia-Agustina-Naser-6.jpg

Begitu pula permainan sarung. Selain untuk melatih motorik anak, juga sebagai ajang promosi tenun sarung khas Kabupaten Bandung, dari tenun Majalaya yang tidak kalah etnis dan menarik.

“Inti tujuannya untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Mudah-mudahana dengan siar ini dari semua kalangan, anak muda dan orangtua untuk bersama sesuai tujuan atau visi FORMI sehat, bugar, gembira,” papar Nia.

Teh Nia mengatakan, cabang olahraga rekreasi yang dijaring FORMI untuk masyarakat luas. Olahraga rekreasi ini tidak dipaksakan.
Olahraga tradisional, tutur Nia, mengandung nilai-nilai filosofi yang tinggi dari leluhur.

“Kadang-kadang kita tidak sadar, karena menganggapnya olahraga ‘buhun’, jadul. Padahal kalau digali, itu merupakan suatu karakter kita. Permainan ini sangat mudah dilakukan serta dibuat secara permainan. Pokoknya hebat,” tandasnya.

Kurnia-Agustina-Naser-7.jpg

Menurutnya, setiap tahun FORMI selalu mencanangkan permainan seperti egrang. Tujuannya, agar industri egrang menjadi naik, efeknya bisa menarik dan positif bagi wisata, karena bisa ditampilkan di berbagai event. Baik di desa adat, desa budaya, dan lain sebagainya.

Kemudian olahraga jamparing yang pernah dilakukan di zaman Rosulullah ini, baru di kalangan dewasa, belum kepada anak-anak karena secara ukuran untuk anak-anak harus dibuatkan khusus.

Untuk even baru pada kugiatan HUT FORMI ini, kata Kurnia Agustina Naser, yaitu olahraga senam yang dilakukan secara masif. Senam ini dilakukan mayoritas kalangan ibu-ibu, yang bisa menggerakkan 49 persen perempuan dari 51 persen jumlah penduduk laki-laki di Kabupaten Bandung. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Iwa Ahmad Sugriwa
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Indonesia
Copyright © 2019 TIMES Jakarta
Top

search Search